R telah dilengkapi dengan banyak fungsi yang bisa digunakan untuk operasi matematika. Selain fungsi-fungsi yang terdapat dalam paket standar, banyak fungsi yang didefinisikan dalam library R.
1. Fungsi Dasar MatematikaBeberapa fungsi dasar telah ada seperti base di dalam R. Fungsi-fungsi tersebut bisa dilihat pada Tabel dibawah. Di bawah ini beberapa contoh penerapan dari fungsi dasar matematika.
2. Operasi Vektor dan Matriks
Matriks dan vektor yang dimensinya sama, operasi hitung bisa dilakukan. Khusus untuk opersi vektor dan matriks, R memiliki operasi dasar seperti yang ditunjukkan dibawah ini.
Contoh : Misalkan ingin membentuk barisan dengan nilai awal 0, nilai akhir 10 dan banyak data 8, maka syntax dan hasilnya adalah sebagai berikut.
>x<-seq(0,10,length=8)
x [1]
0.000000 1.428571 2.857143 4.285714 5.714286 7.142857 8.571429
[8] 10.000000
Kemudian di bawah ini kita coba mengulang huruf (A,B,C) sebanyak 5 kali
> rep(c("A","B","C"),5)
[1] "A" "B" "C" "A" "B" "C" "A" "B" "C" "A" "B" "C" "A" "B" "C"
Kemudian di bawah ini kita coba mengulang angka 1 sebanyak 5 kali , 2 sebanyak 5 kali dan 3 sebanyak 5 kali.
> rep(1:3,each=5)
[1] 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3
Kemudian di bawah ini kita coba mengulang angka 1 sampai 3 sebanyak 5 kali.
> rep(1:3,5)
[1] 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3
Kemudian di bawah ini kita coba mengulang angka 1; 2 kali , 2 ;2 kali dan 3; 2 kali dan angka tersebut di ulang sebanyak 5 kali.
> rep(1:3,each=2,5)
[1] 1 1 2 2 3 3 1 1 2 2 3 3 1 1 2 2 3 3 1 1 2 2 3 3 1 1 2 2 3 3
Beberapa cara pembulatan pecahan desimal dengan berbagai perintah berikut.
Untuk angka diatas 0,5 dibulatkan ke atas
round(x)
[1] 0 1 3 4 6 7 9 10
Untuk angka dibulatkan ke bawah
>floor(x)
[1] 0 1 2 4 5 7 8 10
Untuk angka dibulatkan ke atas
> ceiling(x)
[1] 0 2 3 5 6 8 9 10
Untuk fungsi signif angka akan merubah digit angka missal 3 digit
>signif(x,3) [1] 0.00 1.43 2.86 4.29 5.71 7.14 8.57 10.00
Merubah angka menjadi 4 digit
> signif(x,4)
[1] 0.000 1.429 2.857 4.286 5.714 7.143 8.571 10.000
Daftar Operasi Vektor dan Matriks dalam R.
Contoh: Misalnya, kita memiliki dua vektor, yaitu X = 4,5,3,6 dengan ukuran 4x1
Dan Y =2,4,3,6 dengan ukuran 4x1 juga , maka hasil berbagai operasi hitung biasa antara kedua vector adalah
> x<-matrix(c(4,5,3,6),4,1)
> y<-matrix(c(2,4,3,6),4,1)
Perkalian
> x*y
[,1]
[1,] 8
[2,] 20
[3,] 9
[4,] 36
Pembagian
> x/y
[,1]
[1,] 2.00
[2,] 1.25
[3,] 1.00
[4,] 1.00
Log
> sum(log(x))
[1] 5.886104
> prod(log(x))
[1] 4.39191
Hasil beberapa operasi vektor atau matriks seperti berikut.
Perkalian tranpose
> x%*%t(y)
[,1] [,2] [,3] [,4]
[1,] 8 16 12 24
[2,] 10 20 15 30
[3,] 6 12 9 18
[4,] 12 24 18 36
> t(x)%*%y
[,1]
[1,] 73
Perkalian inverse, tranpose
>solve(t(x)%*%y)
[,1]
[1,] 0.01369863
Baris ke 2
> x[2]
[1] 5
3. Fungsi Dasar Statistika
Selain fungsi dasar dalam matematika, R juga mempunyai fungsi dasar yang biasa digunakan dalam statistika. Variabel dalam fungsi statistika ini berupa vektor data. Fungsi – fungsi ini bisa dilihat di table di bawah
Contoh : missal ada dua vektor X, Y seperti pada contoh sebelumnya. Jika masing-masing vektor diperlakukan sebagai data, maka hasil terhadap beberapa fungsi statistika diatas adalah:
Menghitung nilai min
> min(x)
[1] 3
Menghitung nilai max
> max(y)
[1] 6
Menghitung nilai rata - rata
> mean(x)
[1] 4.5
Menghitung variansi
> var(y)
[,1]
[1,] 2.916667
Menghitung korelasi
> cor(x,y)
[,1]
[1,] 0.8315218
Melihat range
> range(x)
[1] 3 6
> range(y)
[1] 2 6
Simulasi Tos Uang logam
> sample(0:1,30,replace=T)
[1] 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 1 1 1 0 1 0 0 0 1
> sample(c("A","G"),15,replace=T)
[1] "G" "G" "A" "A" "G" "G" "A" "A" "G" "G" "G" "A" "A" "G" "G"
Simulasi Tos Dadu
> sample(1:6,30,replace=T)
[1] 6 3 2 6 4 1 1 4 2 3 6 5 3 4 3 4 2 3 1 4 1 5 3 5 1 5 1 6 4 1
Next Part 2 is Here
Sumber : Buku Panduan Program Statistika R, by I Made Tirta
Fungsi Penting dalam R Part I
Reviewed by Jimmy Pujoseno
on
May 05, 2022
Rating:
No comments: